10 Alasan Mengapa Visualisasi dengan Peta Sangat Penting untuk Bisnis

Azzadiva Sawungrana
4 min readMar 29, 2021
Photo by Erik Mclean on Unsplash

Posisikan diri Anda sebagai seorang BD atau Data Scientist yang memiliki berbagai macam data di perusahaan yang dengan rajin dan teliti merekam semua data yang terjadi. Anda akan terkubur di bawah tumpukan data yang begitu besar dengan jumlah ber-petabyte. Anda punya semua ini, tapi bagaimana cara Anda memahaminya?

Apakah anda akan menggunakan diagram lingkaran, diagram batang, diagram Gantt, diagram venn, hirarki, atau yang lain? Apakah cara visualisasi tersebut benar-benar membantu Anda untuk memahami data yang menggunung tersebut? Apakah diagram-diagram tersebut akan membantu Anda dalam memahami alasan beberapa lokasi lebih baik dari lokasi lainnya?

Pertanyaan tersebut harus kita tanyakan pada kita, sang pemilik data, untuk menelisik, kira-kira mau kita apakan data sebanyak ini. Mungkin diagram-diagram di atas tidaklah cocok untuk visualisasi yang Anda butuhkan.

Peta interaktif lah, yang menurut kami, adalah jawabannya. Cara menampilkan data dengan peta merupakan cara yang menarik untuk menangani data yang sangat banyak, sekaligus memberikan visualisasi data yang kontekstual dan situasional, dan bahkan dapat ditampilkan secara realtime.

Ada beberapa alasan mengapa peta interaktif akan sangat membantu Anda dalam melakukan visualisasi data.

  1. Eksplorasi Data Jadi Mudah

Data yang kita punya hanya akan berguna dan memiliki nilai ketika kita dapat mengidentifikasi dan memanfaatkannya dengan baik. Peta interaktif dapat menyajikan data dalam bentuk peta yang membuat kita mudah untuk mengidentifikasi, menemukan, memanipulasi, memformat, dan mengkomunikasikan informasi secara efektif.

Bayangkan sebuah data tabular se-Indonesia untuk penjualan lampu petromax dalam waktu 10 tahun! Anda pasti akan pusing membacanya. Tapi ketika Anda membuatnya menjadi peta yang dapat diganti waktunya dari bulan ke bulan, akan terasa seperti sulap, data Anda tiba-tiba menjadi menarik.

Navigasi visual lebih mudah, bahkan pengguna pemula dapat menemukan korelasi, pola, dan anomali, yang menyederhanakan proses pengambilan keputusan.

2. Tampilan Informasi yang Jelas dan Ringkas

Peta interaktif dapat menyajikan informasi dalam kelompok yang berkumpul dan dengan lebih jelas. Ambil contoh jaringan minuman bubble tea yang menggunakan peta interaktif untuk menguraikan informasi tentang toko mana yang memiliki penjualan tertinggi, kopi mana yang ‘diminati’, tersegmentasi menurut lokasi. Berdasarkan informasi ini, jaringan bubble tea dapat mengambil keputusan untuk membuka lebih banyak toko di suatu area atau menawarkan diskon pada rasa favorit konsumen untuk menarik lebih banyak pelanggan.

Visualisasi peta dalam bentuk 3D untuk kepadatan penduduk Kota Malang oleh Saya

3. Gabungkan Informasi untuk Membuat Cerita
Lebih mudah bagi pengguna untuk memahami kumpulan data yang kompleks jika informasi tersedia dalam bentuk cerita. Dengan peta interaktif, pengguna dapat memplot titik data, marker user, membuat informasi pop-up, memilih dan memfilter atribut data dan mengubah parameter yang ingin ditampilkan. Data ditampilkan berdasarkan preferensi pengguna, hanya informasi yang diperlukan yang disajikan. Berdasarkan konteks data, sebuah cerita dapat dibuat yang akan memberikan gambaran menyeluruh atau detail untuk situasi yang ingin kita pahami menggunakan data.

4. Real-time
Hanya perlu beberapa detik untuk memperbarui dan memberikan informasi secara real-time. Karena data geografis dapat diperbarui sama seperti data-data yang lainnya dengan menggunakan API atau langsung di DB. Dengan informasi selalu segar, keputusan dapat diinformasikan dengan baik dan tindakan dapat lebih tepat waktu saat situasi genting terjadi.

Salah satu data realtime di Lokasi Intelligence.

5. Mudah untuk Berkolaborasi
Sebagian besar peta interaktif berbasis cloud, termasuk Lokasi Intelligence, memudahkan banyak pengguna untuk memperbarui atau melihat peta ini secara kolaboratif. Karena informasi dapat diperbarui secara real-time, tidak ada ketidakkonsistenan saat melihat peta.

6. Memperoleh korelasi
Peta interaktif membantu pengguna untuk mengidentifikasi lokasi yang membutuhkan perhatian lebih (dengan warna atau pola yang mencolok), mengidentifikasi tren, dan menentukan hubungan dinamis berdasarkan beberapa aliran data.

7. Data-Driven Process
Peta interaktif dapat membantu membuat tindakan yang terinformasi dengan data. Peta-peta ini memungkinkan pengguna untuk menetapkan tujuan dan menggunakan informasi berwarna-warni untuk mewakili setiap fase proses untuk mencapai tujuan ini. Dengan mudahnya memahami peta, pengambil keputusan pun menjadi tidak ragu untuk mengambil keputusan dari data yang selama ini lebih sulit ditarik kesimpulannya.

Sneakpeek di Lokasi Intelligence

8. Data Geografis Membantu Mengenali Tren Secara Geografis
Karena informasi tersedia berdasarkan lokasi geografis, Anda dapat melacak metrik kemajuan/keberhasilan sales berdasarkan kawasan: bagaimana kinerja bisnis Anda di berbagai lokasi? Strategi bisnis Anda pun jadi dapat disesuaikan dengan lokasi tertentu daripada menggunakan pendekatan umum yang tidak ber-insight. Pasti di antara pembaca ada yang pernah melihat Probolinggo dan Purbalingga berdekatan, Purwakarta dan Purwokerto berdekatan, atau mungkin Kauman di DIY dan Kauman di Malang. Masalah-masalah tersebut selesai dengan tampilan peta.

9. Berbagai Peta untuk Berbagai Jenis Data
Berbagai peta dapat digunakan untuk memvisualisasikan data yang bermacam-macam pula. Misalnya, Choropleth Maps (menampilkan variasi warna), Clustering Maps (menyesuaikan tampilan untuk menunjukkan kepadatan), heatmap (data realtime) dan banyak lagi.

10. Analisis Preskriptif
Karena data tersedia secara realtime, beberapa peta interaktif juga dapat diprogram untuk merekomendasikan tindakan berdasarkan situasi saat ini.

Untuk mengkomunikasikan data yang kompleks, visualisasi yang menarik menjadi sangat penting. Peta interaktif menghidupkan data lokasi dan memungkinkan pengidentifikasian tren dengan mudah, menambah nilai lebih pada alat visualisasi data yang ada. Menarik kan? Makanya buat tampilan data Anda dengan peta.

Bogor, 29 Maret 2021

Referensi

Grover, Vandita (2018). Role of Interactive Maps in Data Visualization. Martech Advisor.

--

--