Salah Paham Evolusi (Evolusi 1)

Saya akan membicarakan tentang evolusi manusia dan dimana berbagai spesies manusia hidup. Sebelumnya saya mohon maaf karena saya bukanlah pakar ataupun akademisi Paleoantroplogi namun hanya pembelajar amatir. Jika terdapat kesalahan, mohon dikritik dan diberikan pemahaman. Tujuan dibuatnya tulisan ini adalah untuk membuka mata saya pribadi terhadap evolusi yang selama ini masih banyak ditolak. Evolusi manusia adalah topik yang sangat kompleks yang kebanyakan orang tidak terlalu pahami.

Sebelum saya membahas lebih dalam tentang masa lalu kita, saya akan menghilangkan beberapa kesalahpahaman tentang evolusi. Sekitar 30% orang Amerika bahkan tidak menganggap evolusi itu nyata, saya kurang tahu di Indonesia berapa, dan berpikir bahwa gagasan manusia yang berasal dari kera adalah konyol. Kenyataannya adalah bahwa kita adalah kera dan kita berevolusi dari kera (bukan monyet ya).

Salah satu turunan dari The Road to Homo Sapiens hasil karya Rudolph Zallinger seperti tercantum di Tom (2008)

Ini adalah foto evolusi kita yang terkenal; dan sepertinya masuk akal. Namun, gambar ini menggambarkan evolusi kita yang tidak akurat. Model evolusi kita yang jauh lebih baik adalah ini :

Pohon evolusi Primata yang sederhana (PBS, 2010)

Gambar di atas tidak sempurna karena kita belum menemukan semua spesies manusia, tetapi ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang evolusi secara keseluruhan. Gambar ini juga tidak linier seperti model pertama tetapi ada cabang hewan yang berbeda.

Orang-orang yang skeptis terhadap evolusi selalu mengatakan bahwa jika manusia ada saat ini, lalu mengapa masih ada simpanse, dan jawabannya adalah simpanse adalah cabang terpisah dari sejarah Hominid dan mereka bukan nenek moyang langsung kita. Terakhir kali simpanse dan manusia memiliki nenek moyang yang sama (Last Common Ancestor) adalah sekitar 13-7 juta tahun yang lalu (White et al., 2009). Kemudian garis keturunan keduanya berpisah dan berevolusi secara terpisah. Kita tidak berevolusi dari simpanse, melainkan kita berevolusi dari nenek moyang yang lebih kuno yang secara anatomis bukanlah simpanse.

Spesiasi Hominini & Gorillini

Pertanyaan kreasionis lain yang dilontarkan adalah apa yang disebut mata rantai yang hilang (missing link). Mereka mengklaim bahwa ada terlalu banyak celah dalam silsilah keluarga Hominin untuk dipertimbangkan sebagai ilmu pengetahuan. Ini salah, karena di Paleontologi diketahui bahwa kita tidak akan menemukan setiap hewan dari setiap spesies. Sebaliknya, akan ada sedikit celah sampai kita menemukan spesiesnya. Misalnya, Charles Darwin (1960) berspekulasi bahwa paus berevolusi dari hewan darat jutaan tahun yang lalu. Dia memasukkan Origin of Species asli mereka, yang kemungkinan berevolusi dari binatang yang berbentuk seperti beruang yang berburu di air. Meskipun dia tidak sepenuhnya benar, kita kemudian menemukan bahwa paus memang berasal dari hewan darat, dan kita menemukan ada banyak spesies transisi. Kita tidak memiliki fosil atau bukti setiap spesies, tetapi sekarang diterima secara akademis bahwa paus berasal dari binatang semacam serigala.

Hal yang sama terjadi dengan manusia, kita tidak memiliki setiap spesies kita, tetapi kita dapat melihat bagaimana rahang kita perlahan mengecil dan otak kita menjadi lebih besar dari waktu ke waktu. Kita memiliki bukti yang cukup untuk mendapatkan hubungan yang kuat bahwa manusia adalah kera dan kita berevolusi dari kera, dan tidak tiba-tiba muncul, kemudian menguasai bumi. Tetapi nenek moyang kita perlahan-lahan mendapatkan otak yang lebih besar, tubuh yang lebih lemah, rahang yang lebih kecil, dan yang paling penting, kecerdasan yang lebih tinggi.

Dalam seri artikel ini, saya akan berfokus terutama pada evolusi dan distribusi genus Homo, dan saya tidak akan membahas nenek moyang kita yang lebih mirip dan dekat dengan kera. Artikel yang lebih detail dan akurat (bukan karya saya) dapat anda baca di :

The Forgotten Motherland | Of Odyssey to the Far East (wordpress.com)

Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Referensi

Darwin, Charles (1860). “Origin 2nd ed.:On the origin of species by means of natural selection, or the preservation of favoured races in the struggle for life”. London: John Murray.

Lubbock, Tom (2008). “Art and evolution”. The Lancet. 372: S14–S20. doi:10.1016/s0140–6736(08)61876–0. ISSN 0140–6736. S2CID 54266427.

Mozardien, Dino. “The Forgotten Motherland”. https://motherlanders.wordpress.com/

PBS (2010). “Hominidae Family Tree”. https://www.pbs.org/wgbh/nova/teachers/activities/3416_id_02.html

White, TD; Asfaw, B; Beyene, Y et al. (2009). “Ardipithecus ramidus and the paleobiology of early hominids”. Science. 326 (5949): 75–86. Bibcode:2009Sci…326…75W. doi:10.1126/science.1175802. PMID 19810190. S2CID 20189444.

Malang, 18 Maret 2022

--

--

A learner just like you

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store